Berdakwah Dengan Hati

Selasa, 24 Januari 2017

astagfirullahaladzim !! KETERLALUAN..!!! Benci Sama Ibunya Kenapa Anak Yang Jadi Korban??

PORTALISLAMIAH - sungguh terlalu...!!!!

Dadang Supriatna (29) mengaku semua tindakannya serta dengan sadar menganiaya Iqbal Sahputra mulai sejak akhir Desember 2016. Penyiksaan sadis teehadap bocah 3, 5 th. itu dikerjakannya karena sakit hati dengan Ibu korban, Iis Novianti, 28 yang miliki cowok lain.

“Saya telah lama kenal dengan Iis serta anaknya, termasuk suaminya, Yasin. Suaminya dahulu juga pengamen seperti saya di Stasiun Senen, namun Yasin tak pernah kumpul dengan saya bila ngamen, ” kata Dadang.

Mulai sejak suami Iis meninggalkan th. 2015, kata Dadang, perilaku Iis sedikit berubah kerap termenung serta sukai sebagian geram termasuk juga ke anaknya. Walau sekian ia tetaplah jual Es Poci keliling diambli dari warung Pecal Lelel, Ibu Siti di parkiran sepeda motor proyek Pasar Senen, Jakarta Pusat. Sehari-hari mulai jam 09. 00 sampai 05. 00, Iis tawarkan Es itu ke pengunjung serta pedagang di ruang toko di proyek pasar Senen.

Dari pergelas pelastik es itu, Iis mengantongi keuntungan Rp 1.500. Satu gelas es di ambil dari warung Ibu Siti Rp 3. 500, lalu di jual kembali Rp 5000 per gelas.

Dadang mengatakan, ia jatuh cinta pada Iis lantaran kasihan memandangnya keseharian berjualan es. “Sejak suaminya wafat saya kerap beli esnya, selalu saya ajak Iqbal ngamen sama saya. Setelah itu Iqbal saya antar ke Ibunya daripada keluyuran main di jalan, ” tutur Dadang.

Sejak itu jalinan Dadang dengan Iis makin dekat, serta kerap membelikan Iqbal mainan supaya Ibunya sukai. “Saya mengungkapkan ke Iis kalau saya sukai serta kita berpacaran selama 3 minggu, ” ingatnya. Sepanjang pacaran, sambung Dadang mereka kerap jalan serta nonton film di bioskop. “Saya merencanakan ingin menikahinya serta kita telah 2 x terkait intim, namun mulai sejak saya dengan Iis miliki cowok lain seseorang pemulung saya jadi geram, ” tukas Dadang.

Dadang mengakui, beberapa rekannya sesama pengamen lihat Iis bersama pria lain serta pengucapan itu bukanlah sekali 2 x dari beberapa rekannya, namun banyak yang telah melihatnya. “Saya bertanya, dia (Iis) katakan cowok itu saudaranya. Nyatanya dia telah berbohong. ”

Awal Desember 2016, diam-diam Dadang mengajak Iqbal yang tengah bermain di ruang Proyek Senen untuk mengamen. Mulai sejak itu, Iqbal tak dibawa pulang serta selalu bersamanya. Selama bersamanya, Iqbal kerap menangis serta minta untuk pulang ke Ibunya, tetapi tak dituruti Dadang. “Dia minta mainan, bila tak di kasi nangis. Saya jadi geram serta memukulnya pertama kali di Fatahillah, Kota akhir Desember th. 2016 lantas. ”

“Dia bikin pusing serta kerap ngesalin saya. Bila malam sukai nagis maka dari itu saya jam serta tendang. Lidahnya saya gunting, saya kilaf, Pak. Saya sesungguhnya tidak ingin menyakitinya, Ibunya yang bikin saya begini, ” sambungnya. “Saya siap terima hukuman berat, saya benar-benar kilaf, ” kata Dadang lagi dengan wajah menyesal.

Ibu Siti pedagang tempat Iis mengambil es mengakui, mulai sejak anaknya hilang Iis seperti tak peduli. Serta dagangan es yang di jualnya sepanjang hari dari empat gelas plastic yang dibawa cuma laris dua gelas. “Saya katakan anda kok umum saja kehilangan anak. Dia (Iis) katakan, saya orang sulit, Bu. Saya ingin mencari ke mana? Saya cuma dapat lapor polisi, ” tutur Ibu Siti meniru perkataan Iis.

Terkecuali melapor ke Polsek Senen, Siti juga menebar serta melekat foto copy kertas diisi gambar Iqbal di satasiun senen serta proyek pasar senen. Siti mengaku, umumnya Iis bila pagi berbarengan anaknya datang dari tempat tinggalnya di Perumahan Griya Asri 2 RT 6 RW 12, Tambun Selatan, Bekasi naik kereta. “Sejak anak hilang, dia mulai tak focus berjualan serta saya tidak tahu lagi keberadaannya, ” tutur Ibu Siti.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : astagfirullahaladzim !! KETERLALUAN..!!! Benci Sama Ibunya Kenapa Anak Yang Jadi Korban??